<body>
SUPERMAN
Thursday, January 28, 2016 @7:27 AM



Ada yang mengumpakannya sebagai Superman. Manusia serba bisa yang tidak pernah menunjukkan kelemahannya. Hanya tidak menunjukkannya, bukan berarti tidak punya.

Jika dipikir-pikir, memang benar. Ketika sedikit saja aku terlihat lelah, ia datang malam-malam bersama vitamin di tangannya. Ketika aku melakukan kesalahan, ia menegur dengan solusi. Ketika aku menyalahkan diri sendiri, ia datang sambil berkata "Tidak apa-apa". Ketika sedikit saja aku terlihat resah, ia paham apa sebabnya. Ia menguatkanku dengan nasehat. Dipelukannya yang lembut, dengan lengannya yang kokoh. Supermanku selalu datang di saat yang tepat.

Tapi bukankah Superman juga manusia? Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan Supermanku. Tidak juga keringat dan air matanya saat jauh dariku. Di balik senyuman menenangkan itu, mungkin kekhawatiran berkelebat di kepalanya. Kekhawatiran tentang masa depanku. Bagaimana supaya ia bisa mewujudkan impianku - yang ternyata tak bersesuaian dengan impiannya.

Tuhan, kini aku benar-benar takut. Apakah mewujudkan impianku berarti membunuh impiannya?
Supermanku bilang, aku tidak perlu memikirkan apa-apa. Aku hanya perlu fokus pada impianku. Aku hanya perlu berusaha menjadi manusia yang baik, yang selalu mengingatMu dan melakukan sesuatu tanpa berorientasi pada uang. Seluruh nasihatnya berujung pada kebaikanku. Tapi bagaimana dengannya?

Lindungilah Supermanku, Tuhan.


+ Follow

▼▼▼
幸せはすぐそばにあります。
Happiness is just around the corner.
Previous // Next