Menjauh
Wednesday, February 26, 2014
@6:25 AM
---
Dia, adalah satu dari jutaan manusia normal, yang tahu apa yang orang lain simpan. Tanpa perlu kata kata yang langka itu. Tanpa perlu ekspresi yang entah kapan akan muncul. Hanya dengan jarak, ia sudah tahu.
Paham betul dia bahwa orang itu telah menjauh. Ekspresinya mengelak. Perkataannya menipis. Senyumnya memudar. Jaraknya meregang.
Lalu ia? Tentu saja diam. Memang apa lagi?
Bagi dia, diam adalah kodrat. Bagi dia, ditentukan, bukan menentukan. Bagi dia, tidak maju, tidak juga mundur.
Karena ia berpaham satu, bahwa sudah seharusnya mengikuti arus yang ada. Bukannya menyatukan arah yang lain menurut kehendaknya. Ia hanya akan menunggu. Atau benar-benar hancur ketika dirasa tak bisa lagi.
Tapi bukan nafsu untuk memiliki itu tidak ada sama sekali. Dia selayaknya orang yang mencintai, punya harapan untuk memiliki orang itu. Namun sekali lagi, menurutnya, hanya diam yang pantas dilakukan. Bukan mengejar.
Saat orang itu mendekat, maka akan dekat. Saat orang itu menjauh, maka akan jauh. Ia tak bisa apa-apa. Sedekat apapun itu, ia akan menganggap itu sebagai satu dari jutaan keajaiban di hidupnya, tapi tak berusaha mendekap sampai tak bisa lagi lepas. Sejauh apapun itu, ia benar-benar akan jalan ditempat karena ia merasa sanggup. Karena ia rasional. Atau ia memang kelewat bodoh.
Entahlah.
Labels: Story
ABOUT
The Author
I was lost,
about to fall into despair
dividing the tall grass,
glaring at the blurring sun,
you said,
“if you’re alone, come with me”
TUMBLR |
TWITTER |
BLOGSKINS |
GRAPHIC SITE
ABOUT
This Blog
Secret Sanctuary. And please, Terarrium with single 'r' on the beginning and double 'r' on the next.
» Blog name: 幸せ ♣
» URL: aqua-terarrium.blogspot.com
» Blog started since: 20xx
» Blog best viewed in Google Chrome; 1600x900 or above