<body>
Renungan (halah...)
Thursday, May 24, 2012 @3:44 AM



Ya, sekali lagi gagal. Dia Gagal.
Dia sudah bosan dengan dua suku kata itu. Sungguh! Gagal - nyaris menjadi nama belakangnya. Aku bilang nyaris karena kenyataannya belum ada yang pernah memanggilnya "Gagal". Walaupun nama itu cocok dan sah-sah saja kalau dia benar2 dipanggil dengan nama itu -Gagal.

Sekurang-kurangnya, dalam sehari ia bisa mengutuk diri sendiri sebanyak satu kali. Karena kebanyakan yang ia lakukan berakhir dengan  penyesalan (atau kegagalan) Contoh tergampang, tentang penyesalan karena telah memakai sepatu pantofel pada saat pelajaran olahraga. Ia akan sangat menyesal dan berkata "harusnya tadi gak usah pake sepatu ini!". Atau contoh lainnya saat dia membeli mie racun (begitu teman2nya menyebut mie panjang2 yang pedas dan ia sebenarnya tak setuju kalau benda itu disebut makanan). Kemudian ia kepedesan dan hanya memakan tak sampai seperempatnya, lalu sisanya dibagi-bagi keteman-nya yg lain. Ia menyesal karena telah menghabiskan uang 1.000 untuk 1/4 mie yg bisa bikin tenggorokan gatal.

Dan kali ini ia menyesal karena tidak menghafalkan syair lagu "Mandy" dari Westlife yang akan ia nyanyikan bersama dua temannya yang sangat serius. Kali ini benar2 menyesal hingga ia muak mendengar lagu itu apa lagi membaca liriknya. Ia harus menanggung malu didepan kelas karena ia melewati lirik bagian reff setelah lagu akan selesai beberapa kata lagi. Ia menyesal. Sangat. Dan rasanya ia ingin lagu Shinee yang berjdul "replay" itu menjadi kenyataan dan terjadi pada dirinya.

Tapi memang tidak bisa. Menyesal selalu datang belakangan (kecuali menyesal karena datang duluan ke gedung sirkus yang ternyata belum mulai dan ia harus menunggu dua jam sampai sirkus itu mulai. Itu namanya menyesal datang duluan). Dia sekali lagi harus gagal menyanyikan lagu aneh itu. Dan do'akan ia tidak akan lebih banyak lagi mengalami kegagalan.
 

Hei, apa diantara kalian ada yg sadar bahwa Aku dan Dia itu sama?

 

Ah, Bukan.. Maksudku bukan sama dalam artian aku juga sering gagal sepertinya. Ah iya benar. Aku juga sering gagal. Maksudku bukan hanya sifat kami yang sama, tapi kami memiliki hidung, mata, mulut dan telinga yang sama. Model rambut selalu sama dan nama yang sama. Kami satu orang dan seharusnya aku tidak menggunakan kata kami karena ini hanya menyangkut satu orang. 

Ya, Aku, sekali lagi gagal. Tapi aku berharap tidak akan gagal  lagi ^ ^

Katanya sih gagal itu lumrah. Katanya...

Labels:



+ Follow

▼▼▼
幸せはすぐそばにあります。
Happiness is just around the corner.
Previous // Next